
Artis Bugil
Sunday, March 29, 2009
Dari pada bengong lebih baik lihat artis cut tari bugil,gadis-manis82,cool jpg,
Posted by yance at 7:26 AM 0 comments




cewek ngentot
Thursday, March 5, 2009Posted by yance at 1:10 AM 0 comments

artis bikini bispak
Wednesday, February 25, 2009


Cewek zaman sekarang yang berani tampil beda
link bugil bispak,fs,bugil,memek janda,artis bugil,cut tari bugil
Posted by yance at 4:42 AM 0 comments





Cewek pamer pantat
Posted by yance at 4:36 AM 0 comments

Belajar Bugil
Bugil Foto Mojokerto Cerita hot Cewek cantik toge Cewek Friendster Cewek SMU BUGIL Hoot Model naked women SEXX Toket Gede umbrella girl
Posted by yance at 4:04 AM 0 comments

So, I am sure here wear bikini
Monday, February 2, 2009



Oh , love this girl!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! but a little pity of the sun, look at her breast, different color….
So, I am sure here wear bikini for a long time ! lol
Posted by yance at 2:17 AM 0 comments

Foto Bugil Artis Indonesia
Friday, January 30, 2009Foto Bugil Artis Indonesia-Koleksi Photo Telanjang Seksi Artis
Foto Bugil Telanjang Artis Indonesia Terbaru Sex Seksi Hot Picture Photo Sharing .
foto-bugil-artis-indonesia.50webs.com/ - 6k - Tembolok - Halaman sejenis-
Mygirlsphoto.com Foto Artis tdk Telanjang Bugil ABG 17Tahun Tante …
Posted by artis indonesia | No Comments » … Tdk ada bugil telanjang memek bispak disini · Telanjang Memek Bispak Bugil No Other Here The page you are …
mygirlsphoto.com/indonesian/ - 121k - Tembolok - Halaman sejenis -
PodNova | Channel: foto artis telanjang - bugil indonesia
foto artis telanjang bugil,foto seksi,foto bugil artis,video artis … model FHM seksi, foto devita seksi FHM 2008, foto toket model bugil FHm indonesia, …
www.podnova.com/channel/413260/ - 70k - Tembolok - Halaman sejenis -
fotobugilartisindonesia - Foto Bugil Telanjang Artis Indonesia
Foto Bugil Telanjang Artis Indonesia. Koleksi Foto-Foto Bugil Artis …. bugil cewek indonesia#,#gambar wanita hot seksi#,#foto telanjang arab#,#cewe …
fotobugilartisindonesia.googlepages.com
Posted by yance at 1:08 AM 0 comments

Kenikmatan bercinta
Saturday, January 24, 2009
Kenikmatan bercinta memang menjadi harapan setiap suami istri. Tapi sayangnya tak selamanya acara bercinta selalu sesuai dengan harapan. Untuk itu ada baiknya Anda mengetahui beberapa tips dan trik berikut agar acara bercinta menjadi aktivitas yang paling berkesan bagi Anda dan suami tercinta.
1. Ada dua macam persiapan: Persiapan yang baik, atau tanpa persiapan sama sekali. Yang pertama akan “menghasilkan” hubungan sex yang teratur, romantis dan terjaga ritmenya. Sedangkan yang kedua biasanya berjalan spontan dan meletup. Coba kombinasikan keduanya.
2. Persiapkan suasana yang tepat sebelum bercinta. Berpakaian yang seksi, sedikit pijatan bagi suami, dan sentuhan-sentuhan mesra merupakan cara yang tepat untuk menunjukkan Anda ingin diperlakukan “sedikit lain”
3. Perhatikan waktu. Ketika sedang letih, pilihan yang terbaik tetap sex kilat. Jika Anda atau pasangan terlalu letih, permainan pembukaan yang terlalu panjang dan bertele-tele bisa-bisa membuat Anda tertidur.
4. Untuk dapat menikmati sex nyaman, Anda berdua harus mengetahui pasangan Anda dengan baik. Di bagian mana ia terangsang untuk disentuh, dibagian mana ia tak suka disentuh dan sebagainya.
5. Untuk mengetahui hal-hal tersebut, Anda berdua perlu banyak “berlatih” mempraktekkan posisi baru, rabaan baru, dan lain-lain.
6. Eksplorasi seluruh aspek kehidupan sex Anda. Cobalah posisi baru, bercinta di ruangan yang berbeda, rayulah suami Anda ketika berada di tempat umum, dan lain-lain.
7. Jangan pernah malu untuk berinisiatif! Jika suami Anda terlalu “pemalu” Jangan sungkan untuk melakukan perubahan. Toh itu Anda lakukan untuk kepentingan Anda berdua
Posted by yance at 7:41 AM 0 comments

Ukuran Mr.P
Ukuran Mr.P yang kecil tentu saja menjadi pikiran laki-laki untuk memuaskan pasangannya..nyatanya aja mak erot laku keras..tapi apa benar “ukuran” Mr.P berpengaruh terhadap kemampuan pria untuk bertarung?? let’s check this out..
Belum ada penelitian yang jelas apakah Mr.P berpengaruh pada kemampuan pria untuk memuaskan pasangannya, karena ternyata banyak perempuan yang mengeluh “ukuran Mr.P yang kecil membuat mereka sukar untuk merasakan kenikmatan, namun apabila terlalu besar, mereka pun akan kesakitan” . Menurut para ahli, ada banyak cara mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih posisi tertentu. Dengan posisi yang baik, maka anda dapat lebih memuaskan pasangan dan tidak menyakitkan. berikut ini posisi yang cocok bagi pria dengan ukuran Mr.P large atau small.
1. Mr. P Large
a. Silang
pasangan anda bersandar dan bertumpu pada tangannya. renggangkan kaki anda dan berdiri diatasnya dengan posisi menghadap pasangan anda. rebahkan tubuh anda sedikit agar penetrasinya tidak terlalu dalam dan anda dapat mengendalikan gerakannya
b. Posisi L
rebahkan diri anda dengan lutut ditekuk sementara pasangan anda bertumpu pada lutut. biarkan ia merengkuh pinggang anda sewaktu penetrasi
c. posisi lotus
berbaringlah telentang dengan posisi kaki ke samping. pasangan anda kemudian melakukan penetrasi sambil berlutut dan mencodongkan tubuhnya di atas anda dan bertumpu pada bahu anda
2. Mr. P Small
a. Posisi kursi malas
berbaringlah telentang dengan lutut ditekuk ke atas dan kedua kaki anda bertumpu pada dadanya. Pasangan anda duduk berlutut dan mengangkat pinggul anda ke arah tubuhnya sampai penetrasi dapat dilakukan
b. Posisi doggy style
bertumpulah pada tangan dan kaki anda sementara pasangan anda melakukan penetrasi dari belakang
c. posisi buka lebar
berbaring telentang dengan kaki diangkat dan direnggangkan lebar-lebar sementara dia memegang pergelangan kaki anda. posisi ini memungkinkan pasangan anda melakukan penetrasi yang dalam.
selamat mencoba…
Posted by yance at 7:38 AM 0 comments

Tante VERO
Tuesday, January 20, 2009
Hidup ini memang dinamis dengan segala perubahan keadaan sosial, budaya, ekonomi, moral yang semuanya itu tidak lepas dari akibat kemajuan teknologi secara umum yang salah satunya adalah teknologi komunikasi komputer. Satu lagi pengalamanku yang akan kukisahkan di bawah ini lebih kurang 1 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih berlangsung meskipun tersendat-sendat. Semasa SMA dan kuliah aku senang jalan-jalan atau traveling, hampir setiap liburan sekolah ataupun semester aku menghabiskan waktu bersama teman-teman have fun, apakah mendaki gunung, atau dengan modal pas-pasan kami berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di Pulau Jawa dan Sumatra, pokoknya ada saja jalan keluar guna refreshing dari segala macam keruwetan sehari-hari di Ibukota. Semenjak berkeluarga aku lebih banyak di rumah karena pada awalnya aku berpikir bahwa keluarga nomor 1, kesenangan diri sendiri bisa nomor 17 maksudnya bisa urusan belakang. Kenyataannya aku malah terpuruk dengan keadaan yang akhirnya aku membuat keputusan bahwa aku harus mendapat kesempatan pribadi untuk have fun dengan caraku sendiri dan akhirnya. Aku berkenalan dengan seorang wanita seperti biasanya lewat e-mail dan terjadilah saling kirim dan balas, saling telepon akhirnya kami berjanji akan bertemu di suatu tempat ternyata di tempat kostnya. Ada hal yang menurutku sempat membuatku ragu waktu aku menelepon, dia mengatakan bahwa umurku hampir setengah abad dan apa dia tetap mau bertemu dan menjalin persahabatan denganku dan jawabanya, “Nggak pa-pa kok, kan kata orang life begin at forty dan aku lebih suka dengan orang yang jauh lebih tua dariku, nanti deh ceritanya kalau kita sudah bertemu.” Pada hari yang telah ditentukan aku pulang dari dinas luar kota dan langsung menuju ke tempat kostnya setelah menghubunginya lewat telepon, kupikir ini adalah perkenalanku yang pertama dengan seorang wanita sejak aku sudah berkeluarga dan cara berkenalan yang aneh dan tidak biasa menurutku. Kubawakan dia kue dari Sakura Anpan dan 3 tangkai White Rose dan pada saat dia menemuiku aku seperti mimpi karena dia bertubuh sedang, kira-kira 155 cm dengan perawakan montok yang membuatku menelan ludah, pantatnya bulat, pinggulnya ramping dengan perutnya rata dan payudaranya.. besar! untuk wanita dengan tinggi 155 cm dan merupakan kegemaranku, cewek dengan payudara besar. “Well, inilah saya Andhika, seperti yang anda lihat, berkaca mata minus, rambut sudah mulai banyak yang putih, umurku 50 tahun dan ini oleh-oleh untuk anda.” sahutku sambil menyerahkan kue dalam mini box serta 3 tangkai Mawar Putih.
“Aduh, thank’s yaa, anda baik sekali membawakan saya kue dan.. hmm, ini bunga kesukaan saya, dan inilah saya Veronica, kamu boleh panggil saya Vero, umurku.. perlu nggak sih kamu tahu?” senyumnya manis dan matanya yang agak sipit tapi lucu. Aku hanya tersenyum sambil mengangguk pelan. “Tahun ini genap 25 tahun.” jawabnya lagi dengan pandangan matanya yang coklat tua tajam menatapku, “Sudah tahu kan sekarang.. gimana? dan dengan kaca mata itu anda malah kelihatan masih muda sepuluh tahun dari umur anda sekarang.” sahutnya.
Aku agak terperangah sejenak, separoh umurku, tapi kelihatan lebih muda katanya? Berarti aku belum terlalu tua ya.
Kami berdua ngobrol sejenak, saling memperkenalkan diri lebih lanjut, kuperlihatkan foto keluargaku dan dia memberi komentar tentang foto puteriku. “Cantik sekali puterimu.” katanya, kemudian dia mengajakku keluar jalan-jalan. Kami pergi ke salah satu Mall di daerah Jakarta Utara. Selama berjalan-jalan, Vero tiada henti-hentinya bercerita tentang dirinya dan banyak bertanya tentang diriku. Yang menjadi lebih surprise bagiku adalah sikapnya yang begitu ceria, bebas tanpa beban seolah-olah sudah mengenalku bertahun-tahun. Di salah satu restaurant seafood kami mampir dan makan sambil ngobrol dengan suasana yang lebih santai. “Non, kamu sadar atau tidak sih, bahwa di depan kamu ini seorang laki-laki berumur setengah abad?” tanyaku masih bingung dengan sikapnya yang ceria dan santai. “Terus kalau kamu 50 tahun, memangnya kenapa, apa aku nggak boleh senang dengan pria yang umurnya hampir setengah umurku, gitu ya? kalau aku sendiri senang, kamu nggak suka?” jawabnya sambil tersenyum lucu dengan wajahnya yang bulat tapi manis itu. “Aku mau jujur sama kamu, aku pernah pacaran dengan seorang pria yang lebih tua 10 tahun dariku sewaktu aku masih SMA di SBY bahkan kami sudah janjian akan berumah tangga kelak kalau sudah mapan, tapi nasib memutuskan lain, kami putus berpisah padahal selama pacaran aku dan dia sudah seperti suami-isteri dan..” aku mengangkat tanganku menghentikan dia untuk melanjutkan pembicaraannya yang aku sudah dapat menebak kemana arahnya. “Oke Non, stop, stop, stop.. jangan diteruskan, aku tidak mau dengar sambungannya karena ini hari adalah pertemuan kita yang pertama dan aku ingin pada saat ini kita ada dalam keadaan senang dan gembira dong yaa..” sahutku sambil memegang kedua belah tangannya yang mungil itu. Sejenak mata itu berkaca-kaca sepertinya menahan haru. “Aku tidak menyangka bahwa hari ini aku berkenalan dengan seorang laki-laki yang mau mengerti keadaanku yang sebenarnya dan aku suka kamu Mas.” jawabnya lagi dengan sendu. Hari pertama itu kami lewati dengan jalan-jalan dan Vero tanpa malu-malu memeluk pinggangku sambil kadang-kadang menyenderkan kepalanya ke dadaku. Hubungan kami berlangsung kira-kira satu setengah bulan, baik lewat telepon maupun e-mail, jalan-jalan dan nonton film yang akhirnya bibir tipisnya yang mungil kukecup di dalam gedung bioskop pada saat film sedang diputar. Dia membalas dengan kecupan-kecupan yang panas disertai desahan-desahan yang merangsang sambil mengarahkan tanganku ke payudaranya yang montok dan masih terbungkus BH tipis. Kuremas lembut bukit lembut itu dengan mesra disertai gigitan-gigitan lembut di bibirnya yang mungil. Dia mendesah kecil, tangannya menjalar ke arah pangkal pahaku sambil mengusap-usapnya, aku menggelinjang perlahan karena takut kelihatan penonton yang lain. Demikian hari-hari berikutnya kami lewati dengan mencuri-curi kesempatan berciuman sambil saling memegang-megang di luar pakaian masing-masing. Suatu hari aku pulang dari dinas luar kota, aku tidak tahan untuk bercumbu dengannya, lalu aku langsung menuju Puri Mawar di daerah Jakarta Selatan, pesan kamar dan sambil santai di tempat tidur kutelepon Vero di kantornya. “Hello Sayang.. apa kabar?” sahutku ingin membuatnya surprise. “Hello.. Hai Honey, kamu dimana.. aku kangen kamuu!” jawabnya manja berbisik karena dia berada di ruangan kerja yang bersama dengan 3 orang temannya.
“Aku juga kangen kamu.. kamu pulang jam berapa, kutunggu di Puri Mawar, mau kan kamu menemuiku sebelum aku pulang ke rumah?” aku bertanya dengan hati-hati takut dia menolak.
“Mauu.. aku kangen kamuu, aku pulang jam 18:00 terus aku ke sana yaa.. tunggu aku Sayang yaa..” sahutnya lagi. Aku mandi dan dengan berselimutkan handuk aku rebah di tempat tidur sambil menonton TV, karena saking lelahnya (sebab setiap pulang dari dinas luar kota pasti aku belum sempat istirahat dari malam sebelumnya) aku jatuh tertidur tanpa sadar dengan tubuh masih terbungkus handuk.Aku mulai sadar tatkala bibirku, hidungku terasa ada yang menyentuh serta menggelitik dengan halus serta sentuhan lembut di pangkal pahaku yang masih tertutup handuk. Aku membuka mataku perlahan, terlihat wajah bulat yang lucu dan manis di hadapanku. Veronica-ku yang manis tengah mengecup bibirku sambil mempermainkan lidahnya dengan lembut serta menggigit-gigit kecil hidungku dengan mesranya. Aku bergerak dan dia menghentikan gigitannya sambil memandangku mesra. “Hai Honey, kasihaann.. capek yaa.. sampai ketiduran nungguin aku yaa.. dan ini apa?” katanya lagi sambil meremas lembut penisku yang semenjak semula sudah tegang di balik handuk dan ternyata handukku telah disibaknya dan tangannya yang mungil itu meremas dan mengusap lembut penisku yang sudah telanjang dan tegang. “Oohh Sayang, kamu kok nakal nggak ngomong-ngomong sudah masuk dan foreplay tanpa izinku, hmm?” tanyaku sambil memeluk pinggangnya yang ramping dan tanganku yang lain bergerilya ke arah payudaranya yang montok di balik bajunya yang berleher rendah itu. Vero mencoba menghidari tanganku yang ke arah payudaranya, tetapi tanganku yang lain memeluk pinggangnya sehingga dia tidak berhasil melepaskan dirinya dari pelukanku. “Honey.. Sayang.. aku mau mandi dulu yaa.. badanku bau, bau keringat dan bau pabrik kaos kaki nih,” katanya sambil mencium keningku dan mencoba menghindari bertambah eratnya pelukanku. “Nggak usah, aku senang bau keringat kamu, sedaapp..” jawabku menggoda sambil mencoba meremas susunya yang montok itu. “Benar deh.. habis aku mandi, kamu boleh deh cium-cium terserah kamu yaa..” jawabnya lagi, kali ini kulepaskan pelukanku dan membiarkan dia pergi mandi. Vero keluar dari kamar mandi dengan hanya terbungkus dengan lilitan handuk menutupi tubuhnya yang sintal, montok dan menggemaskan itu. Aku masih berbaring dengan santai, sementara Vero mendekatiku sambil tetap memandangku dengan matanya yang lucu tapi tajam itu. Dia menaiki tempat tidur dan berbaring di sebelahku. Kami saling berpandangan dan tanganku mengelus kedua belah pipinya dan dia melakukan hal yang sama. Kukecup bibir mungil itu, dia membalas dengan lembut, tangan kami mulai saling mengusap dengan mesra. Kulepaskan lilitan handuk dari tubuhku dan dengan setengah memaksa kulepaskan juga handuk yang membungkus tubuh sintal itu dan akhirnya. Kupeluk Vero dengan lembut dan mesra tanpa sehelai benang pun yang menghalangi tubuh kami, Skin To Skin. Kami berciuman dari bibir, pipi, hidung, mata, kening. Tanganku mengusap lembut payudaranya, buah dadanya, susunya yang montok dan kenyal itu serta puting yang berwarna merah muda. Dia mendesah dan mengerang lembut, terdengar di telingaku menikmati gerilya tanganku. Kini bibirku turun ke lehernya, ke dadanya yang dibusungkan sehingga memudahkan bibirku mengecup susunya yang montok dan kenyal itu serta menjilat putingnya yang menggairahkan. Kuhisap dengan bernafsu kedua puting merah muda itu sambil menggigit-gigit kecil dan teriakan tertahan keluar dari mulut Vero. “Ooohh.. Maass, teruuss iseepp Maass.. oohh..” Sementara mulutku bergerilya di antara kedua payudara yang montok itu, tanganku turun perlahan ke antara pangkal paha Vero yang ditumbuhi bulu-bulu yang lebat dan halus itu. Vero meremas dan menarik-narik rambutku dengan ganasnya karena permainan lidahku di puting susunya yang montok itu membuat dia mendesah nikmat serta merta membuka kedua pahanya lebar-lebar sehingga tanganku serta jariku bebas mengusap vaginanya yang mulai basah itu. Kuciumi kedua bukit montok itu dan perlahan-lahan turun ke perutnya yang rata, turun lagi sampai ke pangkal pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu lebat nan halus itu. “Maass.. oohh.. terus Maass.. teruuss!” Desahnya manja dan kedua pahanya mulai menjepit perlahan kepalaku. Kukecup pucuk vaginanya dengan lembut, dia menggelinjang sambil menjerit kecil. Kemudian lidahku mulai menjilat klitorisnya yang mungil disertai kecupan dan gigitan kecil pada labia mayoranya. “Aaawww.. Maass, kamu gila.. kamu gila.. Maass.. oohh.. nngg..” jeritnya perlahan, tanganku memilin kedua puting susunya dengan lembut. “Maass.. aku nggak tahaann Mass, ayo Maas..” katanya sambil menarik tanganku dan memeluk kepalaku dan mengecup bibirku dengan ganas. Penisku sudah tegang sejak aku beroral sex. Perlahan kugesek-gesekkan ke bibir vagina Vero sambil menatap wajahnya yang bulat dan lucu itu. “Honey Vero, masukin sekarang yaa.. Aku juga nggak tahan..” kataku sambil menempelkan rudalku ke arah lubang kenikmatannya Vero. Dia mengangguk sambil tersenyum manis, aku membuka lebar-lebar kedua pahanya dan penisku kutekankan sehingga masuk perlahan-lahan ke dalam vaginanya yang sudah basah dan, “Ooohh nikmatnya..” terasa lubang kehangatan yang serta merta memijat penisku. Kutekan terus sehingga amblas dimana kedua bola penisku menempel erat pada bagian bawah vaginanya. “Ooohh Maass.. nikmat sekali rudalmu ini.. ayoo Maas..” desah nikmatnya terdengar. Aku mulai menggoyangkan pantatku turun naik perlahan, makin lama makin cepat dan aku mulai merasa ngilu di kepala penisku sementara dia juga tidak kalah dengan dengan goyangan pinggulnya yang kelihatannya menikmati penisku turun naik dan keluar masuk vaginanya yang terasa mulai licin akibat cairan kenikmatannya yang keluar melumasi penisku itu. Aku mencium kedua belah bibirnya yang tipis dan mungil itu dengan tidak kalah ganasnya sambil memeluk tubuh Vero yang sintal dengan payudaranya yang besar dan montok itu. “Vero.. oh.. Sayang, aku mau keluaarr.. gilaa benar enaakk..” dengusku dengan nafas yang makin memburu. “Aku juga Maass.. aku jugaa.. oohh.. mmff.. ngg..” jeritnya tertahan. Tiba-tiba kedua pahanya menjepit pinggangku dan dengan buas dia mengecup bibirku dan menggigit bibir bawahku yang membuatku kelabakan antara menahan sakit digigit dengan nikmatnya pijatan vagina Vero, akhirnya aku tidak tahan lagi dan kutekan penisku dalam-dalan dan, “Croott.. croott.. croott..” dengan rasa ngilu di ujung lubang penisku kusemprotkan spermaku di dalam vagina Vero sambil kami berpagut kuat seolah-olah tidak akan terlepaskan. “Maass.. aku keluaarr.. oohh.. mff..” jeritnya sambil memeluk kepalaku. Kami terdiam beberapa saat menikmati orgasme bersama sambil saling berpagut, berpelukan. Kemudian kami saling melepaskan diri dan saling memandang dengan mesra. “Mas, aku sayang kamu, aku cinta kamu, aku belum pernah merasa sepuas hari ini.” katanya dengan lembut setengah berbisik. “Aku juga Non, puas dengan pijatan itumu itu.” jawabku perlahan. “Itunya apa.. coba bilang yang benar, ayo.. bilang dong.” katanya menggoda. “Ah itu lho.. bibir yang di bawah itu.” jawabku lagi balas menggoda. “Aaah Maass, aku kan jadi malu.” katanya sambil mengecup bibirku. “Malu sama siapa Non? kan kita cuma berdua..” aku mencoba bangun tapi jepitan kedua pahanya makin dieratkan di pinggangku.
“Jangan dilepas dulu dong.. aku masih ingin menikmati rudalmu ada di dalam sarangku dan aku mau lagi tapi aku mau di atas dan Mas di bawah, boleh kan?” katanya sambil tersenyum manis.
“Boleh, hanya saja kamu harus menunggu dengan sabar karena pria kalau habis orgasme harus mengambil ancang-ancang untuk tenaganya yang baru setelah paling kurang 1 sampai 1,5 jam untuk bisa horny lagi yaa Sayang.” jawabku sambil mengelus pipinya. Akhirnya kami saling melepaskan dan bangun menuju kamar mandi. Kami mandi saling menyabuni, kira-kira 1 jam kami saling menyirami tubuh kami. Nafsuku bangkit lagi dan kami bersenggama di kamar mandi dan kali ini kami melakukan di atas closet dengan posisiku duduk di atas closet dan Vero berada di atasku. Kukecup bergantian susunya yang montok dan padat itu hingga membuatnya dengan ganas menggoyangkan pantatnya turun naik saat penisku melakukan penetrasi ke dalam vaginanya, permainan cinta kami berakhir dengan dia orgasme 2 kali dan aku 1 kali. Setelah kami membersihkan diri kuantar Veronica pulang. Kami sering melakukan hubungan seks hampir setiap kali aku pulang dari tugas luar kota dan hubungan kami masih berlanjut sampai sekarang. Demikianlah salah satu pengalamanku bercinta dengan wanita yang hampir separoh umurku yang pada kenyataannya cukup memuaskan mereka. Kalau ada wanita muda, ibu rumah tangga maupun wanita setengah umur yang ingin bereksperimen dengan pria seumurku, aku akan bersedia melayaninya. Please hubungi saya via e-mail
Posted by yance at 12:30 AM 0 comments

Your Orgasm — Guaranteed!
When it's a mind-blowing, bed-rattling orgasm you're after, keeping it simple is absolutely key. Sure, wild, crazy, never-knew-my-body-could-bend-that-way booty keeps your lust life exciting, but if the goal of the moment is to break pleasure records, you have to stick to the basics. "Trying to accomplish complicated acrobatics distracts you from the sex itself, putting your focus on how you can contort yourself, rather than on just experiencing the sensations," explains sex educator Dorian Solot, coauthor of I (Heart) Female Orgasm. "When you want to climax, the simplest positions are often also the best positions, and with a few modifications, you can make them even more orgasm inducing than they already are." Don't worry, we'd never leave you hanging. Here, Cosmo custom-designed some of the carnal classics to make sure you always hit the high notes.
Posted by yance at 12:22 AM 0 comments

Hot Supermarket
Thursday, January 15, 2009
Aku bekerja sebagai sales assistant di sebuah supermarket Y di Bandung. Di tempat kerjaku ada seorang cewek bernama Ita. Ita adalah cewek yang paling akrab denganku. Segala masalahnya akan dia beritahukan padaku. Ita memang cantik, kulitnya putih, matanya bulat, buah dadanya pun membulat, tidak terlalu besar tapi cukup menantang membuat setiap laki-laki yang dekat dengannya ingin selalu menjamahnya. Siapapun yang melihat tubuh Ita pasti naik nafsu syahwatnya. Pantat Ita mengiurkan juga. Rambutnyapun panjang sebahu.
Suatu hari Ita datang padaku”, Fer belakang badan Ita gatal-gatal nih”, Ita memberitahuku akan masalahnya.
“Tolong gosokkan ya, Fer” Ita menyuruhku.
“Kalau begitu kemarilah”, balasku dengan sedikit terkejut.
“Disini saja, di dalam gudang lebih nikmat” Ita memberitahuku dengan suara yang amat lembut dan begitu manja. Hatiku jadi cair.
“Fer” Ita menarik tanganku menuju ke dalam gudang yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi.
Kemudian Ita mengunci pintu gudang itu, serta mengambil bedak antiseptik di rak yang berdekatan, lalu mengulurkannya kepadaku. Aku tak sungkan-sungkan lagi, terus saja menaburkan bedak itu di atas telapak tanganku. Ita menarik baju yang dipakainya ke atas hingga sebatas tengkuk. Aku menelan ludah melihat ke belakang badan Ita, yang selama ini tak pernah aku lihat tanpa busana. Aku menepuk bedak yang ada di tanganku ke atas badan Ita. Hangat badannya. Aku mulai menggosok. Sesekali Ita kegelian, ketika aku mengurutkan jariku pada alur di tengah belakang badan Ita. Aku menggosok rata. Ita meraba-raba kancing BH-nya, lalu dilepaskannya, maka terurailah tali BH-nya itu di belakang badannya itu. berdesir darahku, aku menelan air liur, melihat aksi Ita yang berani itu tadi. Aku terus menggosok, dengan hati yang berdebar-debar. Aku merasa batang penisku sudah mulai mengeras. Aku merasa tak tahan. Tengah menggosok belakang badan Ita, tanganku secara perlahan-lahan merayap ke dada Ita.
“Hei! Apa-apaan nih”, Ita melarang sambil menepuk tanganku.
“Ohh! sorry”, aku meminta maaf.
Tanganku kembali ke bekakang. BH yang Ita pakai masih melekat di dadanya, menutupi buah dadanya yang mungil itu. Aku terus menggosok, kali ini turun sampai ke batas pinggang. Aku memberanikan diri mengurut ke dalam rok Ita, tetapi Ita menepuk lagi tanganku.
“Jangan!”, larang Ita lagi.
“Sudah hilang belum gatal itu?”, Tanyaku pada Ita.
“Belum!” jawab Ita pendek.
Aku merasa semakin terangsang, batang penisku semakin mengeras dan mula tegang! Aku coba lagi untuk meraba ke dada Ita, kini aku telah dapat memegang buah dada Ita yang lembut itu, yang tertutup dengan BH berwarna putih. Ita tidak lagi menepuk tanganku tetapi dia memegang tanganku yang aku takupkan pada payudaranya itu. Aku mulai meremas buah dada Ita. Ita menggeliat geli sambil tangannya memegang pergelangan tanganku. Ita nampak sudah mula merasa terangsang. Aku mencium tengkuk Ita. Dia masih menggeliat-geliat akibat remasan serta ciumanku. Buah dadanya aku rasa sudah semakin menegang. Jariku kini memainkan peranan memilin-milin puting susu Ita pula! Aku sadari tadi memeluk Ita dari belakang. Batang penisku yang keras menonjol itu aku gesek-gesekkan pada alur pantat Ita. Ita ketawa kecil, merangsang sekali! Ita membuka kancing bajunya dan terus menanggalkannya berserta BH-nya dan mencampakkannya di atas lantai.
Kini payudara Ita tak tertutup apa-apa lagi. Aku terus meremas-remas dan membalikkan badan Ita supaya berhadapan denganku. Ita menciumku rakus sekali, sambil mengulum-ngulum lidahku. Akupun begitu juga membalas dengan rakus serangan Ita. Aku menanggalkan bajuku. Ita mencium dadaku, perutku. Aku tetap mengecup-ngecup buah dada nya yang sudah mengeras tegang. Tanganku menekan-nekan pantatnya. Batang penisku semakin menegang. Tiba-tiba Ita berlutut, lalu membuka retsleting celanaku. Dia menarik keluar batang penisku yang tegak keras. Ita merasa kagum melihat batang penisku yang menegang secara maksimal itu. Ita menguak rambutnya ke belakang dan meng-”karaoke” batang kejantananku. Dia menggengam dengan rapi. Sambil mengulum secepat-cepatnya.
Ita mengarahkan batang penis ke matanya, hidungnya, ke pipinya. Ita mencium sekitar batang penisku. Aku merasa nikmat sekali. Ita terus mengulum penisku hingga ke pangkal makin lama semakin cepat. Aku merasa kepala penisku terkena anak tekak Ita. Ngilu rasanya! Aku juga membantu Ita dengan mendorong dan menarik kepalanya.
“Ita, sudah hampir keluar! Sudah hampir keluar! Ita sengaja berlagak tak tahu saja, ketika aku katakan maniku sudah hendak keluar. Ita masih mengulum. Air maniku tersemprot memenuhi rongga mulut Ita. Dia lantas mencabut keluar penisku lalu menjilat-jilat air maniku. Dia nampaknya menikmati sekali. Penisku jadi lembek kembali!
“Aik! belum apa-apa sudah lembek”.
Ita mengulum lagi penisku. Penisku jadi tegang lagi. Ita tersenyum memandangnya. Aku membuka celana. Ita duduk di atas meja. Aku berlutut menarik rok dan celana dalamnya. Ita sudah bugil di depanku. Bulu yang tipis warna pirang menutupi vaginanya. Aku mencium sekitarnya. Ita meletakkan kedua belah kakinya di atas bahuku. Aku mengangkangkan paha Ita. Bibir vaginanya sedikit terbuka. Aku menjilatinya. Aku buka sedikit dengan jari lalu mengoreknya sedikit demi sedikit jariku menyodok vagina Ita.
“Argh, argh, argh!” Ita mengerang perlahan. Vaginanya terlihat basah sekali. Aku meletakkan kepala penisku ke pintu vaginanya. Aku sodok sedikit, “Argh!” Ita mengerang lagi. Laku aku tekan lagi. ” Yes!” suara Ita perlahan. Aku menyodok lagi dalam sedikit dan terus ke pangkal. Aku mendorong dan menarik berulang kali. Ita makin terlihat lemas dan nikmat. Aku merasa kehangatan lubang vagina Ita. Ita mencabut penisku keluar. Dia turun dari atas meja dan mendorongku telentang lalu duduk di atas badanku dan memasukkan lagi penisku ke dalam lubang vaginanya itu. Dia mengayun ke atas dan ke bawah.
Tak lama dia tarik keluar lagi penisku. Ita kini agresif. Aku mendorongnya telentang lagi. Ita merapatkan payudaranya dengan kedua belah tangannya.
“Masukin di celah susuku dong! Masukin di celah susu ah..!” Ita menyuruhku. Aku tidak sungkan-sungkan lagi terus melakukannya tapi sebentar saja. Aku duduk dan Ita masih telentang, pahaku di bawah paha Ita, aku sodok lagi penisku ke dalam vaginanya. Aku mengayun dengan perlahan. Licin dan sedap rasanya Ita bangun dan bertiarap di atas meja, kakinya lurus ke lantai menungging! Akupun berdiri lalu membuat ‘dog style’. Aku pegang kiri dan kanan pantat Ita dan mengayun lagi. Aku kemudian menyangkutkan sebelah kaki Ita di atas bahuku dalam posisi telentang. Aku sodok lagi tarik dan keluar dorong dan masuk ke dalam vaginanya, pokoknya malam itu kami merasakan kepuasan bersama dengan mencoba segala posisi.
Posted by yance at 1:48 AM 0 comments

































